Setiap
orang mempunyai cerita masing-masing yang telah dialami dalam hidupnya, tidak
semua orang memiliki cerita yang sama dan pengalaman yang sama. Dalam kasus klien
khususnya di bidang psikologi tentunya
terdapat background history yang
dialami oleh klien. Dalam sesi interview sebagai
psikolog juga harus memperhatikan kliennya dalam bidang social history yang dimiliki oleh klien tersebut. Social history merupakan konteks dimana
klien dan memperkenalkan asal masalah mereka untuk dikembangkan, terkadang
lebih dari satu sesi untuk mendapatkan penilaian data klien. Terdapat 12 area
dalam social history, yaitu:
1.
Family History: dimana dalam area ini background
keluarga dan pola komunikasi hubungan dengan orangtua dapat mempengaruhi pada
kehidupan seseorang
2.
Educational History: dimana prestasi disekolah berhubungan
juga dengan keberhasilan seseorang dalam membentuk persahabatan untuk
dikemudian hari, dan kurangnya hubungan sosial dapat mempengaruhi keterampilan
dasar sosial.
3.
Occupational Training / Job History: menanyakan kepada klien dengan
menggunakan kalimat “apa kesibukan anda setiap hari?” jangan menggunakan
kalimat : apa pekerjaan anda saat ini. Karena akan membuat klien menjadi tidak
nyaman.
4.
Marital History: menanyakan kepada klien apakah sudah
menikah, status pernikahan dan sudah berapa kali menikah
5.
Interpersonal Relationship: menanyakan kepada klien siapakah
orang yang paling dekat dan dapat dipercaya
6.
Recreational Preference: menanyakan bagaimana cara klien
mendapatkan kesenangan, kegiatan apa saja yang biasanya paling senang dilakukan
untuk mengurangi kejenuhan.
7.
Sexual History: merupakan topik yang paling sensitif
dalam sesi wawancara
8.
Medical History: menanyakan riwayat
penyakit pada klien, apakah pernah rawat inap, operasi, dll.
9.
Psychiatric / Psychotherapy History
10.
Legal History: menanyakan kepada klien apakah klien
pernah melakukan pertemuan yang berhubungan dengan hukum?
11.
Alcohol and Subtance Use / Abuse: menanyakan apakah klien mengkonsumsi
alkohol
12.
Nicotine and or Caffeine Consumption: menanyakan apakah klien sering
mengkonsumsi kafein dan nikotin
