Selasa, 27 Mei 2014

pretend to be an psychologist, interviewee and observer.

Kesan - Kesan


Tiga minggu terakhir di kelas tehnik wawancara kami semua menjalani bermain peran sebagai psikolog, klien dan observer. Peran-peran tersebut di jalani dalam tiga setting yaitu setting pendidikan, industri dan organisasi lalu yang terakhir yaitu setting klinis. Banyak hal yang di dapatkan dari bermain peran tersebut selama tiga minggu terakhir, salah satu nya jika kita sebagai psikolog kita harus membangun rapport sebaik mungkin agar klien merasa nyaman dengan psikolognya. Lalu jika sebagai observer kita harus benar-benar memperhatikan dan mendengarkan apa saja yang dilakukan oleh psikolognya. 


Pengalaman yang sangat berkesan selama tiga minggu terakhir, karna dalam tiga minggu terakhir kami semua benar-benar menjalankan peran seperti sesungguhnya kami menjadi seorang psikolog, klien maupun observer. Buat saya pribadi pengalaman yang sangat berkesan saat saya memainkan peran sebagai psikolog, karena menurut saya disitu lah saya harus bisa menguasai diri agar tidak mudah cemas atau tegang dan bagaimana membuat klien menjadi nyaman dengan psikolognya. Dengan waktu yang dibatasi selama 10 menit, buat saya seorang pemula jika sebagai psikolog atau pewawancara, waktu tersebut terasa lama tetapi saya berusaha agar suasana wawancara atau percakapan dengan klien menjadi terasa santai namun tetap serius.

Pada minggu terakhir perkuliahan kami semua berfoto bareng, perkuliahan tehnik wawancara yang sangat berkesan selama satu semester dan tidak membosankan. Selain belajar di dalam kelas dengan ilmu-ilmu yang telah di ajarkan, pengetahuan tersebut sangat berguna ketika pada praktik nya. Terimakasih Ibu Henny dan Ci Tasya :)

Senin, 28 April 2014

interviews can be do anywhere

     Dunia kerja merupakan dunia yang sangat berbeda dengan perkuliahan, diluar sana terdapat banyak pilihan kerja namun kita harus cermat dalam memilih lapangan pekerjaan dan tentunya harus disesuaikan dengan minat kita sendiri demi mencapai hasil kerja yang lebih maksimal. Minggu lalu kelas kami kedatangan kakak senior yang juga alumni dari kampus kami. Masing-masing dari mereka bercerita menceritakan pengalamannya. Mereka semua berpengalaman dalam bidang industri dan organisasi. Pengalaman kaka pertama yaitu kak Dinah bercerita tentang masa kerjanya di sebuah pulau yaitu di raja ampat papua yang terkenal  dengan keindahan alamnya. Namun keindahan itu tidak seperti yang dibayangkan olehnya, karena untuk menuju tempat bekerjanya membutuhkan waktu selama 4 jam dari sorong dan harus menghadapi kendala ketika sedang di tengah perjalanan menaiki speedboat ombaknya melebihi tinggi dari speedboat tersebut yang mengharuskan beliau singgah disuatu pulau selama 2 jam jadi menurut cerita beliau untuk menempuh tempat kerjanya saat itu selama 6 jam perjalanan. Setelah sampai disana, menurutnya beliau juga harus menyesuaikan diri dengan penduduk disana dalam berbahasa dan logat masyarakat timur. Lalu cerita kedua dari kak Jeremy yang biasa dipanggil jery, kak jery yang juga alumni dari Untar dia bercerita pengalamannya yang tidak jauh menarik yaitu bekerja sebagai staf hrd di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terletak di beberapa daerah di Indonesia. Pengalaman yang sangat berkesan ketika kak jery menceritakan tentang rekruitmen terhadap anak kepala suku setempat. Mungkin cerita tersebut tidak pernah lupa dibenaknya dan itu adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Menurutnya cerita kak dinah dan kak jery wawancara dilakukan tidak hanya dalam setting formal di dalam sebuah ruangan dengan susunan barang-barang yang terletak rapih, namun dalam kedaan informal pun wawancara kerja dapat dilakukan karena mengingat pekerjaannya di sebuah bidang pertambangan dan perkebunan. Menurutnya wawancara harus siap dilakukan kapan saja. Cerita ketiga dari kak philip, beliau juga sebagai hrd di sebuah perusahaan makanan yang terkenal di Indonesia. Menurutnya bekerja disebuah perusahan yang bergerak di bidang makanan diperlukan penampilan yang membuat good looking agar menarik pelanggannya, selain itu sikap ramah dan pintar berkomunikasi juga dibutuhkan untuk perusahannya.

Sekian cerita dari perkuliahan di minggu lalu :)








Senin, 24 Maret 2014

Social History

     Setiap orang mempunyai cerita masing-masing yang telah dialami dalam hidupnya, tidak semua orang memiliki cerita yang sama dan pengalaman yang sama. Dalam kasus klien khususnya di bidang psikologi  tentunya terdapat background history yang dialami oleh klien. Dalam sesi interview sebagai psikolog juga harus memperhatikan kliennya dalam bidang social history yang dimiliki oleh klien tersebut. Social history merupakan konteks dimana klien dan memperkenalkan asal masalah mereka untuk dikembangkan, terkadang lebih dari satu sesi untuk mendapatkan penilaian data klien. Terdapat 12 area dalam social history, yaitu:
1.    Family History: dimana dalam area ini background keluarga dan pola komunikasi hubungan dengan orangtua dapat mempengaruhi pada kehidupan seseorang
2.    Educational History: dimana prestasi disekolah berhubungan juga dengan keberhasilan seseorang dalam membentuk persahabatan untuk dikemudian hari, dan kurangnya hubungan sosial dapat mempengaruhi keterampilan dasar sosial.
3.    Occupational Training / Job History: menanyakan kepada klien dengan menggunakan kalimat “apa kesibukan anda setiap hari?” jangan menggunakan kalimat : apa pekerjaan anda saat ini. Karena akan membuat klien menjadi tidak nyaman.
4.    Marital History: menanyakan kepada klien apakah sudah menikah, status pernikahan dan sudah berapa kali menikah
5.    Interpersonal Relationship: menanyakan kepada klien siapakah orang yang paling dekat dan dapat dipercaya
6.    Recreational Preference: menanyakan bagaimana cara klien mendapatkan kesenangan, kegiatan apa saja yang biasanya paling senang dilakukan untuk mengurangi kejenuhan.
7.    Sexual History: merupakan topik yang paling sensitif dalam sesi wawancara
8.    Medical History: menanyakan riwayat penyakit pada klien, apakah pernah rawat inap, operasi, dll.
9.    Psychiatric / Psychotherapy History
10.  Legal History: menanyakan kepada klien apakah klien pernah melakukan pertemuan yang berhubungan dengan hukum?
11.  Alcohol and Subtance Use / Abuse: menanyakan apakah klien mengkonsumsi alkohol
12.  Nicotine and or Caffeine Consumption: menanyakan apakah klien sering mengkonsumsi kafein dan nikotin

Selasa, 18 Maret 2014

basic of interview

Wawancara merupakan suatu kegiatan yang dilakukan antara dua orang. Wawancara memiliki banyak sekali manfaatnya khususnya dalam bidang psikologi. Untuk menjadi seorang pewawancara yang baik disini terdapat beberapa keterampilan dasar dalam wawancara: (1) kemampuan membina rapport. Keterampilan ini merupakan tahapan awal dalam setiap wawancara, karena dengan membina rapport yang baik akan tercipta suasana dan hubungan yang baik dengan klien. Contohnya psikolog memberikan senyuman dan sambutan yang bersahabat kepada klien. (2) Empati. Dengan memiliki rasa empati sebagai psikolog dapat mengerti apa yang sedang dirasakan oleh klien, dapat juga menerima keadaan klien. (3) Attending Behavior. Dalam skill ini kunci nya ialah mengurangi kuantitas bicara dan memberikan klien untuk menceritakan tentang diri mereka. Sebagai psikolog disini harus menjadi pendengar yang baik. (4) Questioning Technique. Dalam skill tehnik bertanya terbagi dua yaitu: open question dan closed question. Dimana open question bersifat tidak mengarahkan dan klien bebas untuk mengekspresikan perasaannya. Contoh open questions : “apa yang bisa saya bantu dari anda?”. Sedangkan closed questions bersifat mengarahkan dan jawaban dari closed question sebatas “ya” atau” tidak”. (5) Observasional Skills . Disini terbagi atas tiga fokus: (a) Perilaku Non Verbal. Mencakup ekspresi wajah, bahasa tubuh dan harus menghidari stereotype. (b) Perilaku Verbal. Mencakup sellective attention dan key words (harus memperhatikan kata-kata yang sering diulang oleh klien). (c) Konflik, Diskrapensi dan Inkongruensi. (6) Active Listening. Dalam skills ini terbagi menjadi tiga, yaitu: Encouraging, paraphasing, dan summarizing.


Itulah enam hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang interviewer. Karena enam hal tersebut merupakan hal yang penting dimiliki agar menjadi seorang interviewer yang baik dan jika terus berlatih dalam mewawancarai seseorang agar bisa menjadi interviewer yang expert. Dan sebagai interviewer harus memperhatikan posisi duduk dengan klien juga memperhatikan memberikan jarak yang pas.

Senin, 10 Maret 2014

kesan-kesan wawancara psikolog

Wawancara merupakan salah satu alat terpenting dalam bidang psikologi. Dengan wawancara kita dapat menggali infomasi yang kita butuhkan. Wawancara sangat dibutuhkan dalam segala bidang di psikologi.  Bidang di psikologi terbagi menjadi empat sub yaitu, psikolog klinis anak, psikolog klinis dewasa, psikologi industri dan organisasi, dan bidang pendidikan. Dalam perkuliahan dua minggu terakhir kita sudah mendengarkan dan membahas wawancara dalam keempat bidang tersebut.

Pertama wawancara dalam bidang psikologi klinis anak mereka menggunakannya untuk menangani kasus-kasus yang dialami oleh anak tersebut dan biasanya untuk kasus anak, anak akan lebih sulit jika hanya di wawancarai saja, biasanya psikolog sambil melakukan observasi demi mendapatkan informasi. Dan wawancara bisa berlanjut kepada orangtua sang anak demi mendapatkan informasi yang lebih jelas. Kedua wawancara dalam bidang psikologi klinis dewasa, dalam klinis dewasa kegunaan wawancara ialah pertama untuk membina rapport, lalu wawancara digunakan demi mendapatkan data dari klien, memahami dan menggali suatu masalah yang sedang terjadi kepada sang klien. Jika wawancara belum mendapatkan hasil yang maksimal menurut psikolognya, maka biasanya psikolog tersebut memberikan sebuah tes atau assessment demi melengkapi data dari kliennya. Kebetulan kelompok kami mendapat bagian mewawancarai psikolog klinis dewasa, beliau bekerja disalah satu rumah sakit jiwa dan menurut beliau wawancara dan juga tes atau assessment sangat dibutuhkan di dalam bidang yang beliau tekuni. Dan dalam mewawancarai seseorang menurut beliau memerlukan sebuah keahlian yang harus terus dilatih demi mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara akurat. Ketiga wawancara dalam bidang psikologi industri dan organisasi, dalam bidang PIO biasanya wawancara digunakan saat terdapat seorang pelamar pekerjaan atau bisa disebut proses recruitment.  Dalam bidang PIO wawancara pertama-pertama untuk membina rapport, disini HRD atau pewawancara dapat melihat respon dari pelamar kerja, dengan wawancara pewawancara dapat melihat kelebihan dan kekurang si pelamar kerja dari cara berbicara dan mimik wajah dari pelamar kerja tersebut. Keempat wawancara dalam bidang pendidikan, dalam bidang pendidikan biasanya digunakan  oleh para guru bimbingan konseling atau disingkat menjadi guru BK. Dalam bidang pendidikan biasanya guru BK dapat memberikan arahan kepada para siswa-siswi nya yang sedang mengalami masalah disekolahan tersebut. Dan jika masalah siswa-siswi tersebut melibatkan orangtua murid maka orangtua nya dapat di panggil ke sekolahan untuk diwawancarai dan memberitahu dari masalah anak tersebut. Atau bisa saja guru BK nya yang langsung mendatangi rumah dari murid yang bersangkutan agar masalahnya cepat kelar.